Kisah Sukses Miliarder Muda di Dunia “ Mark Zuckerberg ”

Gambar: taxjusticeblog
Siapa yang tak mengenal Mark Zuckerberg, salah satu orang yang sangat berpengaruh di dunia lewat produk ciptaannya “ Facebook ”. Mark telah berhasil membuat 1,9 miliar umat manusia di muka bumi sebagai pengguna aktif Facebook. Maka dari itu, banyak orang yang ingin mengetahui profil dan cerita suksesnya –bagaimana dia bisa mencapai titik kesuksesan seperti sekarang ini. Terlahir dengan nama Mark Elliot Zuckerberg di kawasan Dobbs Ferry, Whestchester Country, Amerika Serikat pada 14 Mei 1984. Ia merupakan anak dari pasangan Edward Zuckerberg (ayah) dan Karen Kempner (Ibunya). 

Dari kecil Mark memang menyukai hal-hal berbau komputer. Bahkan ayahnya telah membelikan komputer pada waktu Mark berusia 8 tahun. Saat usinya menginjak 12 tahun, dia telah menciptakan program perpesanan sederhana digunakan di kantor ayahnya, yang merupakan seorang dokter gigi. Program ini mempunyai fungsi sebagai media penghubung antara resepsionis dan pasien. Tak Cuma itu, Mark kecil juga sering membuat game sederhana bersama teman-temannya waktu itu.

- Antara Bakat dan Kerja Keras
Cerita itu pun berlanjut, Sewaktu Mark SMP, dia telah membuat Plug-in untuk aplikasi musik Winamp bersama temannya bernama D’Angelo. Bahkan Plug-in buatan mereka mampu menghimpun aneka lagu yang disukai orang, serta dapat dibuat Playlist berdasarkan jenis lagu kesukaannya. Mark pernah bersekolah di Ardsley High School sebelum pindah di Phillips Exeter Academy. Hingga pada akhir masa sekolah tingginya di Phillips Exeter Academy, Mark sempat direkrut oleh Microsoft dan AOL (American Online) untuk menangani sebuah proyek.

- Bagaimana Facebook Bisa Terbentuk ?
Pada mulanya Mark hanyalah mahasiswa biasa di Harvard University jurusan Computer Science. Dia adalah anggota dari Alpha Epsilon Phi, yaitu satu-satunya perkumpulan perguruan tinggi Yahudi Internasional di Amerika Utara. Awalnya Mark berpikiran untuk membuat sistem direktori online yang bisa memuat foto dan data mahasiswa. Dan berkali-kali Mark mencoba mengajukan sistem ini, namun berkali-kali pula dia menerima penolakan –karena pihak Harvard mempunyai alasan tertentu untuk menyimpan data mahasiswanya. 

- Maka, Inilah Hal yang Perlu Dipelajari dari Mark Zuckerberg
Gambar: wbur
Meski  berbagai penolakan sering ia dapatkan karena kengototannya untuk membuat sistem ini berjalan, Mark sempat menyabotase data-data mahasiswa Harvard dan memasukkannya ke dalam situs yang dibuatnya, yaitu Facemash. Facemash merupakan situs kontak jodoh, di dalamnya menampilkan foto-foto dari para mahasiswa Harvard. Celakanya, karena inilah Mark Zuckerberg mendapatkan ancaman di Drop Out dari universitas. Namun karena suatu kebijakan kampus, akhirnya Mark dimaafkan –namun situs Facemash harus ditutup untuk selamanya.

Tidak menyerah sampai di situ saja, Mark meluncurkan situs baru yang diberi nama The Facebook (www.thefacebook.com), yang akhirnya menjadi cikal bakal dari Facebook sekarang ini. Pada waktu itu The Facebook difungsikan sebagai media komunikasi antar mahasiswa yang bisa memajang foto serta data diri mahasiswa. The Facebook mengalami kemajuan yang pesat, karena hanya dalam 2 Minggu saja sudah digunakan hampir setengah jumlah mahasiswa Harvard secara keseluruhan. 

Tak berhenti di situ, dalam waktu singkat The Facebook telah mampu menjaring hampir keseluruhan mahasiswa Harvard. Bahkan banyak dari kampus-kampus sekitar juga ingin mempunyai akun pada web tersebut. Pada akhir tahun 2004, jumlah pemilik akun The Facebook mencapai kurang lebih 1 juta orang. Sungguh di luar dugaan Mark sendiri. Malahan, karena desakan dari berbagai pihak, pada akhir 2005 bersama teman-temannya, Mark memutuskan untuk membuka jaringan Facebook kepada pelajar sekolah dan pekerja kantoran. Pada September 2006, Mark Zuckerberg membuka jejaring Facebook untuk umum, dengan syarat harus memiliki email. Akhirnya  pengguna Facebook pun bertambah melesat.

- Kisah Awal Sukses Mark Zuckerberg Hingga Menjadi Miliarder Muda di Planet Bumi
Pada bulan Juni 2004 The Facebook telah mendapatkan suntikan dana segar sejumlah US $ 500.000 dari pendiri Paypal. Berbarengan dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna Facebook di seluruh dunia, Mark memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan modal ventura, yaitu Accel Partners untuk menambah modal pengembangannya sejumlah US$ 12,7 juta. 

Dari keseluruhan modal tersebut, pada tahun 2005 Mark memutuskan untuk mengganti domain lama The Facebook (www.thefacebook.com) menjadi Facebook (www.facebook.com) kemudian memperluas jaringannya menjadi internasional.

Facebook sempat menderita kerugian pada tahun 2005 sejumlah US $3,63 juta, namun karena jumlah user yang masuk terus-menerus meningkat, maka banyak dari pemilik perusahaan ingin menanamkan modalnya untuk Facebook, seperti Greylock Partner dan Meritech Capital Partner yang menyumbangkan US$ 25 juta guna pengembangan Facebook versi Mobile.

Singkat cerita, Facebook mendapatkan tambahan dana dari berbagai sumber seperti Li Ka Shing sebagai Chairman dari Cheung Kong Holdings. Dana yang diinvestasikan diperkirakan mencapai US$ 60 juta. Namun kesuksesan facebook tidak bisa dibilang mulus, karena ada masalah-masalah tertentu yang membuat terganjalnya perkembangan facebook. Seperti ketika ConnectU yang meluncurkan gugatan kepada facebook, karena laporan teman kuliah Mark di Harvard yang mengatakan bahwa Facebook adalah tiruan dari ConnectU. Tapi demikian itu tak mematahkan semangat Mark Zuckerberg dalam mencapai puncak kesuksesannya. 

- Kekayaan Mark Zuckerberg
Saat ini diperkirakan kekayaan Mark Zuckerberg mencapai US$ 71,5 Miliar menurut Forbes, termasuk salah satu orang terkaya di dunia. Dia dinobatkan sebagai miliarder muda atas usaha sendiri. Pada tahun 2009 Mark menerima penghargaan sebagai Young Global Leader, dan pada tahun 2010 Mark mendapatkan penghargaan sebagai Person of The Year versi Majalah Time. 

Sebelumnya pada tahun 2015, kekayaannya tercatat US$ 35,7 juta atau apabila dirupiahkan sekitar 496 Triliun. Dan karena kekayaannya itu, bos Facebook ini berada di posisi 10 besar sebagai orang terkaya di dunia diusianya yang masih sangat muda. Bahkan kekayaannya melesat pada tahun 2016, hingga Mark dinobatkan menjadi orang terkaya ke-6 di dunia dengan total kekayaan US$ 44,6 juta.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  M. Fais

Panduan Sukses Para Pengusaha Ala “ Cashflow Quadrant ”

Gambar: englishbookgeorgia
Apakah Anda pernah dengar atau membaca buku berjudul The Cashflow Quadrant karya Robert T. Kiyosaki ? Bagi Anda yang pernah menempuh pendidikan akademik di bidang ekonomi atau bisnis, pastinya tidak asing dengan buku yang satu ini. Bahkan Cashflow Quadrant sering menjadi rujukan bagi pengusaha-pengusaha sukses dan buku ini sangat populer di pasaran. Lalu apa sih menariknya buku ini ? Kenapa banyak pengusaha sukses dan orang kaya yang menjadikannya sebagai rujukan? Lalu apa itu Cashflow Quadrant sendiri ?

The Cashflow Quadrant bisa ditemukan dari sisi kuadran manakah kita mendapatkan penghasilan. Pada intinya setiap jenis pekerjaan mempunyai sumber penghasilan berbeda. Pekerjaan seperti buruh, karyawan, guru, dokter, manajer, ataupun direktur adalah pekerjaan-pekerjaan dengan sumber penghasilan dari orang lain. Gaji mereka akan tetap setiap bulannya –kecuali kalau ada faktor lain seperti bonus. Golongan ini adalah golongan dimana anggotanya rela menggadaikan waktu dan tenaga mereka setiap hari, di jam dan tempat yang sama demi penghasilan mereka. Dalam kajian Cashflow, diagram golongan ini termasuk ke dalam kuadran E ( Employee / Karyawan ). Dan masih terdapat 3 kuadran lain bila dilihat dari segi sumber dan asal penghasilannya, yaitu kuadran S ( Self Employee / bekerja sendiri ), kuadran B ( Business Owner / pemilik bisnis ), dan kuadran I ( Investor / penginvestasi ).

Banyak pengusaha sukses maupun sebagian orang kaya di seluruh dunia menggunakan konsep demikian sebagai rujukan. Karena dengan memahaminya, berarti mereka sudah mendapatkan gambaran bagaimana langkah yang paling tepat dalam memulai suatu pekerjaan. Semisal berpindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain, menambah jenis pekerjaan, maupun menentukan pekerjaan apa yang paling cocok bagi mereka. Seorang yang menginginkan pekerjaan nyaman dengan penghasilan stabil setiap bulannya, akan cenderung memilih kuadran kiri ( E dan S ). Sementara bagi seorang yang mempunyai jiwa pengusaha namun tidak ingin terikat waktu kerja dengan tingkat risiko lebih besar, pasti akan menyukai untuk berada di dalam kuadran kanan (B dan I). Setiap kuadran mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Adapun pembahasan singkat setiap kuadran dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. E ( Employee / Pegawai )
Kuadran E biasa disebut pola karyawan. Keberadaan mereka dalam kuadran ini bekerja untuk orang lain, dan rela untuk mengganti waktu atau tenaganya demi mendapatkan penghasilan. Pada golongan Employee, biasanya mereka dapat penghasilan setiap bulan, minggu atau tergantung kebijakan. Kata “ keamanan ” dan “ tunjangan ” dijunjung tinggi di sini. Kata “ keamanan ” berarti merujuk kepada rasa takut terhadap sesuatu. Apabila seseorang merasa takut, maka keamanan menjadi hal yang lumrah, terutama bagi mereka yang termasuk di dalam golongan ini.

Bagi sebagian orang, untuk urusan uang dan pekerjaan banyak dari mereka yang tidak menyukai akan adanya rasa takut. Mereka lebih menyukai keamanan dari pada harus bermain-main dengan ketidakpastian ekonomi. Zona nyaman adalah tempat yang paling mereka sukai. Karena dengan itu, mereka tidak harus berhadapan dengan risiko yang bisa saja berpengaruh terhadap penghasilan –apabila berada di kuadran lain. Mereka lebih sering mengatakan,” Yang saya butuhkan adalah sebuah kepastian kerja, bukan hanya sekadar uang, saya akan melakukan yang terbaik untuk kemajuan usaha Anda, maka berilah saya imbalan yang pantas ”. Sebagian besar manusia di dunia yang termasuk dalam kuadran E seperti guru, karyawan, manajer, bahkan direktur perusahaan.
Gambar: facmedicine
2. S ( Self Employee / Pekerja Lepas )
Ciri khas dari kuadran S yaitu sering kali melakukan segala sesuatunya sendiri dan tidak ingin menggantungkan penghasilannya di tangan orang lain. Mereka bebas melakukan apa yang mereka mau, karena tidak ada yang berhak untuk mengaturnya. Cara mereka bereaksi terhadap rasa takut juga berbeda dengan kuadran “E”. Orang-orang “S” tidak suka untuk mencari aman yang berhubungan dengan rasa takut, tetapi mereka lebih suka mengendalikan rasa takut tersebut. Karena mereka merasa bisa untuk melakukan segala sesuatu, termasuk dalam hal mengatasi ketakutan masalah finansial.

Self Employee banyak dijumpai dalam bentuk pekerja profesional seperti dokter umum, dokter bedah, atau pengacara –yang mau menghabiskan banyak waktu untuk menempuh pendidikan akademik. Ada pula orang yang menciptakan pekerjaan bagi mereka sendiri, seperti pedagang kaki lima, tukang listrik, pedagang eceran, artis, atau tukang tata rias.

Para pekerja lepas sering mempunyai sifat perfeksionis, dimana ia ingin selalu melakukan segala sesuatunya sebaik mungkin. Mereka beranggapan tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan sebagus mereka. Sehingga banyak kasus dimana golongan “S” sulit untuk mempekerjakan orang lain karena hal ini. Mereka lebih suka melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri, dan tidak suka apabila ada orang terlalu mencampurinya –sekalipun itu adalah orang yang mempekerjakan mereka. Kemandirian lebih mereka hargai dari pada sekadar uang.

3. B ( Business Owner / Pemilik Bisnis )
Berbeda dengan orang-orang dari kuadran “S” yang lebih menyukai untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Tapi kelompok “B” lebih suka mendelegasikan pekerjaan mereka kepada orang-orang ahli dari golongan lain. Mereka tidak suka melakukan segala sesuatunya sendiri, dan memilih untuk memberikannya kepada orang yang lebih ahli darinya. Tugas mereka hanyalah menjadi pemimpin yang mengatakan, “ Aku mau seperti ini, dan seperti itu ”, dan orang lain akan melakukan untuknya.

Seorang “S” sering kali menempatkan diri sebagai sistem bagi bisnis mereka, berbeda dengan seorang “B” yang lebih kepada menciptakan sebuah sistem. Apabila seorang “S” meninggalkan bisnisnya selama 1 tahun, maka akan didapatinya bisnisnya bisa hancur dan dia tak lagi bisa mendapatkan penghasilan. Karena mereka adalah sistem satu-satunya yang menyusun bisnis mereka sendiri. Sementara jika seorang “B” meninggalkan bisnisnya selama setahun atau bahkan lebih, uang akan terus mengalir. Dimana bisnisnya akan terus berjalan karena sistemnya sudah tercipta dan dijalankan oleh pekerjanya.

4. I ( Investor/ Penginvestasi )
Investasi adalah cara  sangat populer bagi orang yang lebih mapan dalam segi finansial. Mereka tidak ingin bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi mereka menggunakan uang untuk menghasilkan uang. Mereka tidak perlu bekerja susah payah untuk mendapatkan uang. Karena bila cerdik, investasi dapat dijadikan sebagai tabungan, maka dengan itulah seseorang tidak perlu untuk bekerja seumur hidup.

Bentuk investasi pun sangat beragam seperti investasi saham, obligasi, tanah, atau properti. Seorang bisa dikatakan beroperasi di kuadran “I” –apabila pendapatan dari hasil investasinya setiap bulan lebih besar dari biaya operasionalnya. Semisal jika ada seorang yang menginvestasikan uangnya dengan membeli ruko kemudian menyewakannya. Maka kita bisa melihat apakah penghasilannya dari biaya sewa itu mampu lebih besar dari biaya perawatan dan biaya operasionalnya setiap bulan, atau malah sebaliknya. Apabila tidak, maka orang tersebut masih belum bisa dikatakan beroperasi di dalam kuadran “I”.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  M. Fais

3 Strategi Efektif Memulai Bisnis Tour dan Travel

Gambar: linkedian / Anit Mittal
Bisnis tour dan travel sekarang ini telah menjamur di berbagai daerah Nusantara. Mulai dari yang terkecil, berdiri tanpa memiliki kantor tetap, hingga bisnis tour dan travel besar yang mempunyai cabang di berbagai tempat. Konsep dari bisnis ini bertujuan memberikan jasa berupa pelayanan keberangkatan atau penjemputan konsumen ke berbagai daerah. Yang membedakan antara bisnis travel / tour dengan angkutan umum -yaitu tidak menerimanya pelanggan lain selain dari pelanggan yang telah memesan paket tersebut. 

Keberadaannya pun memiliki prospek tersendiri kalau dilihat dari berbagai faktor. Biasanya para pemuda / pemudi yang doyan traveling -seringkali menyewa paket wisata yang ditawarkan oleh penyedia layanan travel. Banyak juga kasus dimana masyarakat tidak mau repot untuk berpindah dari satu angkutan umum ke angkutan umum lain ketika bepergian. Berdasar pada permasalahan tersebut, para pembisnis yang jeli cukup berantusias sekali dalam mengambil kesempatan itu, sehingga berinisiatif membuka sebuah usaha tour dan travel. Dan banyak juga dari mereka mencoba menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan. Karena selain dapat mengantarkan serta menjemput pelanggan tour dan travel, mereka juga memiliki peranan efisien sebagai jasa pengangkutan barang bawaan.

Sebenarnya bisnis tour dan travel bisa dilakukan dengan modal kecil. Bagi Anda yang mempunyai kendala permodalan tapi mempunyai keinginan membuka bisnis tersebut, dapat memulainya dengan menjual tiket pesawat terlebih dahulu. Caranya adalah bisa dengan bergabung ke dalam agen tour dan travel yang melayani pendaftaran sub-agen. Namun apabila modal bukan menjadi kendala utama, langsung saja bangunlah kantor sendiri dan mulai memikirkan strategi pemasarannya. Sebagai pertimbangan lokasi, mendirikan lokasi untuk pemasaran paket travel maupun tour, maka pendirian kantor di dekat konsumen lebih baik dari pada memilih lokasi lainnya. Dengan alasan, konsumen akan lebih mudah mencari kantor pemasaran sehingga dapat segera melakukan transaksi.

Apabila modalnya cukup besar, mencoba membuat badan usaha sendiri dan mulai menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan bisa menjadi pilihan. Apabila hal ini dilakukan, maka Anda diwajibkan menyetor dana dalam jumlah tertentu kepada pihak maskapai penerbangan tersebut. Anda juga bisa mendapatkan tour dan travel dengan strategi bisnis yang sudah tertata, juga kebutuhan operasional yang telah tersedia secara instan. Yaitu dengan membeli franchise dari beberapa vendor yang bergerak di bisnis ini. Agar bisa sukses dalam memulai bisnis tour dan travel, terdapat cara – cara terbaik untuk dilakukan.

Berikut 3 strategi yang efektif jika ingin memulai bisnis Tour dan Travel :

1. Tentukan Target Market dan Customer
Setiap usaha dengan sasaran pelanggan sebagai sumber pendapatan, pastinya akan ada namanya target market. Target market merupakan cakupan pemasaran yang dituju berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Seperti usia, gaya hidup, hobi, atau komunitas. Sementara customer menjadi beberapa dari target market -yang sudah menjadi pelanggan berpotensi dalam melakukan Repeat Order, dan menjadi pelanggan tetap. 

Sebagai seorang travel agen, ada tuntutan untuk mengerti beberapa kebiasaan dari sebagian konsumen, seperti hobi mereka, dan dari komunitas apa pelanggan berasal. Biasanya dalam satu komunitas, banyak dari mereka mempunyai hobi sama. Sehingga dari sini bagi travel agent sebaiknya menyiapkan atau memberikan pelayanan-pelayanan khusus, dengan tujuan mampu mewadahi keinginan mereka semua. 

Gaya hidup pelanggan juga harus diperhitungkan dalam menentukan fasilitas apa yang disediakan. Misalnya, Para pelanggan dengan gaya hidup terbilang mewah akan cenderung menginginkan fasilitas terbaik. Maka dari itu, bersiaplah menyediakan apa saja keperluan yang sekiranya bisa dipenuhi, dengan tidak mengesampingkan biaya pengadaan travel / tour. 

2. Pastikan Target Produk
Setelah mengetahui target market, selanjutnya kita mengerti target produk. Kesampingkan dulu membuat paket tour yang umum dengan peserta tour bermacam – macam, sebab mereka memiliki hobi dan kesenangan berbeda – beda. Maka cobalah untuk membuat paket tour yang lebih mengkhususkan terhadap hobi dan kesenangan mereka. Seperti paket tour fotografi, sehingga peserta tour yang ada di situ adalah para pecinta fotografi -yang rela berjam-jam mengambil gambar dan menentukan sudut pengambilan gambar sesuai kesukaan mereka. Atau bisa juga mencoba membuat paket tour keagamaan, di sini tentu harus dilengkapi dengan beberapa orang pemuka agama agar para peserta tertarik. Selain itu tambahkan juga agenda mengunjungi tempat-tempat yang menjadi pusat peribadatan populer misalnya.

3. Marketing Produk
Perihal marketing sangatlah berperan dalam jenis bisnis apapun. Demikian berlaku juga untuk bisnis tour dan travel. Sebagaimana seorang owner bisnis bisa dengan jeli melihat target pasarnya, dengan kejelian yang sama pula dibutuhkan dalam marketing produk. Dengan adanya berbagai media -mulai dari media cetak, elektronik, sampai dengan media online harus mulai dijajaki. Tentunya dengan tujuan agar calon pelanggan dan kostumer lebih dekat lagi dengan bisnis kita. 

Di era digital seperti sekarang ini, informasi dari media sosial atau sebuah website mampu membuat cara pandang seseorang berubah. Dari yang sebelumnya malas untuk bepergian dengan jasa travel agent, menjadi suka dan menjadi prioritas. Dari yang sebelumnya menganggap bepergian ‘’sendiri’’ lebih simpel, menjadi bepergian dengan travel agent lebih simpel lagi. Maka dari itu bangunlah sistem informasi online sebagus dan selayak mungkin. Dengan adanya media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp, atau instragram juga sangat membantu memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Itulah tadi sedikit informasi yang bisa kami kumpulkan tentang bagaimana caranya sebelum memulai bisnis tour dan travel. Semoga dengan adanya materi di atas, bisa menjadi sedikit gambaran bagi Anda untuk melaju lebih cepat ke dalam bisnis yang sedang populer ini.
Ditulis Oleh: Arbamedia  /  M. Fais

Terapkan 3 Cara Marketing Jitu Ini Dalam Berbisnis

Gambar: linkedin.com/in/joshuakennedy1
Bisnis adalah dunia yang sangat kompleks untuk dipelajari. Berbagai faktor dan kemungkinan dapat mempengaruhi kesuksesan suatu bisnis. Namun semakin berkembangnya zaman membuat bisnis menjadi salah satu bidang akademik cukup populer. Kesuksesan menjadi tujuan utama dari diciptakannya suatu bisnis, namun dibalik kesuksesan pasti ada tips dan sedikit teori bisnis yang mempengaruhinya. Walaupun terkadang teori tidak sejalan dengan realita, tapi dengan adanya teori bisnis bisa memperbesar kemungkinan berhasilnya suatu usaha. 

Tiada reaksi tanpa adanya sebuah aksi. Begitu juga dengan sebuah bisnis, dengan munculnya berbagai teori baru sebagai garansi awal sebuah kesuksesan -tak ada gunanya kalau teori tersebut tidak dilakukan. Namun terkadang di sinilah permasalahan yang paling sulit dihadapi. Seseorang yang mempunyai berbagai ilmu teori bisnis pun belum tentu mempunyai kesamaan dari segi aksi. Banyak dari akademisi bisnis yang hanya menjadi pelayan dalam meraih kesuksesan orang lain, tanpa mampu menjadi nahkoda bagi bisnis mereka sendiri. Oleh sebab itu, terkadang dibutuhkan sebuah pemacu untuk membangkitkan semangat inisiatif yang belum terbangun sepenuhnya.

Marketing sejatinya adalah bagian kecil dari bisnis, namun bidang ini sangat menentukan keberhasilan. Dengan adanya marketing, maka suatu produk bisa dikenal orang-orang dari berbagai keadaan demografi dan geografi yang berbeda. Kalau kegiatan marketingnya malas-malasan, maka sudah tentu hasilnya juga kurang maksimal. Akibatnya ketahanan bisnisnya pun akan rentan sekali anjlok -diakibatkan oleh munculnya kerugian secara bertubi - tubi. Aspek marketing tentu bisa dipelajari dengan cara memperhatikan kecenderungan produk / objek apa yang diterjuni. Untuk bisnis dengan modal besar, maka anggaran untuk marketingnya akan besar pula. Sehingga masyarakat akan lebih mudah mengenalnya dari pada produk lain.

Bagi pemula, berbagai referensi diperlukan untuk menunjang informasi tentang bisnis tersebut. Sebagaimana ungkapan pepatah, “ Guru yang paling berharga adalah pengalaman ”. Ungkapan tersebut juga berlaku di kehidupan bisnis. Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah sukses seorang pengusaha, atau dari kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh seorang pengusaha -sebelum akhirnya berakhir dengan sebuah kesuksesan. Menurut Hendra Hilman seorang pelatih bisnis, pembicara, pengusaha, dan praktisi marketing CEO Hendra Hilman International, pernah mengungkap bahwa cara marketing yang bisa digunakan sebagai langkah awal sebelum memulai bisnis yaitu :

1. Jalur Marketing
Jalur marketing adalah wadah, tempat, atau segala cara -digunakan untuk memasarkan suatu produk. Sebagai pemula, wajib untuk mempelajari jalur marketing apa saja yang cocok digunakan untuk produk / jenis bisnisnya. Karena setiap jenis produk akan berbeda jalur marketingnya. Hendra Hilman mengambil contoh seorang pemilik Pet Shop yang sedang berjalan-jalan, kemudian melihat banyak orang tua yang suka berjalan kaki dengan membawa hewan peliharaannya. Dari sini dapat disimpulkan, telah terdapat beberapa cara untuk memasarkan produk Si pemilik Pet Shop itu kepada mereka, di antaranya :

a. Menyebarkan Brosur
Cara pertama yakni dengan menyebarkan brosur tentang produk-produk yang dimilikinya kepada pemilik hewan peliharaan tadi. Mengapa demikian..? Selain mereka dapat melihat brosur berisikan produk-produk Pet Shop tadi, di sisi lain mereka mempunyai hewan peliharaan. Maka akan timbul keinginan mereka untuk menyimpan brosur tadi, dengan tujuan untuk membaca-baca sekiranya timbul keinginan membeli produk apabila ada kecocokan. Dengan begitu, brosur menjadi media marketing atau jalur marketing yang efektif karena langsung menuju kepada target pemasaran.

b. Melalui Media Elektronik
Memanfaatkan media elektronik seperti Radio, Televisi, merupakan jalur marketing cukup efektif. Bisa saja Sang pemilik Pet Shop berpikiran bahwa, bagi sebagian besar orang tua cenderung untuk tidak melakukan pekerjaan berat. Sehingga mereka hanya menikmati masa tuanya dengan cara melakukan hal-hal ringan -seperti membaca koran, mendengarkan radio, atau sekadar menonton televisi. Pada waktu inilah yang ditunggu - tunggu bagi pemilik Pet Shop untuk mengiklankan produknya, seperti waktu pagi menjelang siang sekitar jam 9 - 10 pagi. Hal ini karena para pemilik hewan peliharaan di waktu pagi membawa jalan-jalan hewan peliharaan mereka, setelahnya mereka akan beristirahat di rumah masing-masing, yaitu sekitar jam sembilan atau jam sepuluh. 

2. Proactive Networking
Bagaimana bisa memasarkan produk tanpa jaringan pemasaran? Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang supplier dan distributor yang cocok dan berkualitas tanpa networking? Tentunya tidak bisa bukan.! Demikian itu membuktikan betapa pentingnya sebuah networking. Meski hanya sekadar kongkow atau ngopi dengan masyarakat konsumen, setidaknya sudah bisa mendapatkan berbagai informasi penting tentang perkembangan pasar. Mungkin hanya sekadar berbincang - bincang dengan mitra bisnis atau penjual produk sejenis, maka sudah bisa mengetahui strategi marketing terbaik yang seharusnya dilakukan. 

Oleh sebab itu meluangkan waktu sebulan sekali, seminggu sekali, atau bahkan beberapa hari sekali untuk melakukan Proactive Networking -sangat wajib untuk dilakukan. Buatlah jadwal khusus untuk melaksanakannya, serta amatilah berbagai faktor penting sekiranya berguna bagi kemajuan bisnis Anda. 

3. Pembeda
Teknik marketing yang efektif dapat dicapai melalui segi pembeda. Contohnya : Dari setiap produk yang baru keluar di pasaran, pasti terdapat perbedaan tertentu dengan produk sejenis yang terlebih dulu muncul di pasaran. Perbedaan bisa meliputi manfaat yang ditawarkan, kualitas produk, bentuk produk, harga, atau servis apabila produk berupa jasa. 

Jadi, tentukanlah hal apa yang membedakan produk Anda dengan produk kompetitor. Yang paling mudah dan efektif adalah : Dengan cara membuat survei pasar tentang berbagai kekurangan dari produk sejenis yang sudah beredar di pasaran, sehingga bisa membuat konsumen lebih mengakuisisi produk Anda. Berkat hasil survei tersebut, akhirnya mampu mendorong kita untuk memikirkan produk apa yang bisa menjadi solusi akan berbagai kekurangan tadi. Sehingga bagi konsumen yang tidak menyukai adanya kekurangan tadi, bisa beralih kepada produk buatan Anda bukan..? 
Ditulis Oleh: Arbamedia  /  M. Fais

7 Hal yang Membuat Waktu Anda Terasa Sia-Sia

Gambar: sbrroofing
Dalam ranah dunia kerja, waktu menjadi sangat krusial sebagai penentu keberhasilan. Sebagaimana seorang pekerja atau pembisnis dituntut memanfaatkan waktu seefektif mungkin dalam menjalankan pekerjaannya. Jangan sampai waktu luang itu hanya digunakan untuk melakukan sesuatu yang tidak berguna. Bagi pekerja kantoran yang memiliki jam kerja dan deadline kerja yang telah ditentukan, waktu bagaikan jarum yang siap menusuk kapan pun. Sekali deadline kerja yang diberikan tidak terpenuhi, maka reputasi kinerja di mata rekan kerja dan pimpinan akan menurun. 

Bisa jadi persoalan tersebut membuat pekerja mendapatkan surat peringatan atau bahkan pemecatan karena terlalu sering mendapat teguran. Bagi seorang pembisnis, “ kasih kendor waktu berarti mencari mati ”. Jangan sampai waktu untuk kegiatan produktif termakan oleh kegiatan-kegiatan tak berguna. Itu berarti mencari mati, dalam artian “ matinya bisnis itu ”.

Lalu apa sajakah yang membuat waktu menjadi sia-sia ?

1. Menunda Pekerjaan - Berarti Menunda Kesuksesan
Seringkali pembisnis sukses memberikan quote-quote tertentu, salah satunya berbunyi, “ jangan pernah menunda ide bisnis yang sudah di depan mata, lakukan dan buat aksi nyata ”. Bahkan ada pelaku bisnis juga mengatakan kalimat yang cukup ekstrim, “ yang diperlukan oleh pembisnis hanya aksi, aksi, dan aksi ”. Itu membuktikan betapa pentingnya tindakan atau aksi kesuksesan. Sekalipun aksi sangat penting, tapi sebagian orang tidak sadar akan hal itu. Banyak dari mereka sering menunda-nunda apa yang menjadi tugas mereka dan hal-hal produktif yang seharusnya dikerjakan. Akibatnya apa yang seharusnya selesai pada waktu itu menjadi terbengkalai. Akhirnya pekerjaan yang tidak mampu terselesaikan tadi mengumpul di akhir deadline yang membuat pekerjaan terasa lebih berat. 

2. Tangan Selalu Ingin Memainkan Gadget
Benda kecil satu ini memang sangat luar biasa multifungsi. Bagaimana tidak, segala macam hal bisa dimasukkan ke dalam sebuah gadget dengan nama smartphone. Sehingga wajar saja bila setiap orang yang memilikinya sangat betah berlama-lama memainkannya. Dipandang dari segi bisnis, smartphone juga sangat berguna untuk berbagai hal, mulai dari kegiatan promosi aktif melalui media sosial, menghubungi calon konsumen atau klien, maupun sebagai media informasi untuk mengetahui perkembangan pasar. 

Tapi kebanyakan bermain gadget juga membuat kita kurang produktif. Dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat tidak lantas menjadikan sebuah smartphone selamanya berdampak positif. Bagaimana tidak, dengan adanya bermacam - macam media sosial tentu terlihat sangat menarik, meski hanya sekadar mengetahui kabar terbaru dari orang-orang terdekat, berbagi foto dengan rekan kerja, atau melihat gambar / foto yang kurang bermanfaat bagi perkembangan bisnis. Dengan majunya teknologi pula, menjadikan berbagai macam permainan bisa tertampung ke dalam sebuah smartphone. Dan hal ini tentunya bisa mengancam konsentrasi dari si pelaku bisnis apabila terlalu banyak memainkannya.

3. Berlibur di Waktu Aktif
Di sini yang menjadi sorotan utama yaitu bagi pelaku bisnis dan bukan pekerja atau karyawan kantoran. Karena apa? Pekerja kantoran tentunya mempunyai jam kerja yang tetap dengan waktu libur yang telah ditentukan pula. Sehingga mau tak mau bagi pekerja harus menahan keinginannya untuk liburan pada waktu aktif mereka. Namun bagi pembisnis, berhubung tidak terikat waktu kerja dan hari kerja, sehingga waktu liburan pun dapat ditentukan sendiri. Krusialnya adalah konsumen atau klien tidak mau tahu apa yang disebut dengan “ keinginan libur sang pembisnis ”. Yang mereka ingin tahu adalah saat dibutuhkan keinginannya dapat terpenuhi. Dalam hal ini sang pembisnis dapat kehilangan kepercayaan dari konsumen, yang membuat kredibilitasnya menurun di mata konsumen. Dan ini sangat membahayakan bagi kelanjutan bisnis tentunya.

4. Media Elektronik dan Cetak Tak Selamanya Bermanfaat
Gambar: helpmerick
Kenapa tak selamanya bermanfaat ? Karena banyak dari media elektronik maupun media cetak menyajikan hal-hal yang tidak membawa dampak positif. Baik itu untuk pengembangan diri atau bisnis. Ambil contoh televisi, banyak acara televisi yang terbilang kurang mendidik dan terkesan hanya mengejar rating penonton. Walaupun tak semua acara seperti sinetron membawa dampak negatif, tapi karena kebanyakan sinetron bersambung dan durasinya tidak main-main. Sekali tayang sinetron bisa memakan waktu satu setengah jam dari penontonnya. Tentu menyita waktu bukan? Dan itu tayang setiap harinya dengan durasi yang sama. Bisa dibayangkan, berapa waktu terbuang yang bisa Anda gunakan untuk melakukan kegiatan produktif.

Media cetak seperti koran ataupun majalah, juga tak selamanya bermanfaat. Mungkin untuk mengisi waktu luang boleh saja. Tapi kalau hingga menghabiskan waktu berjam-jam, sampai-sampai melupakan kebutuhan pekerjaan itu bisa menjadi masalah. Jadi gunakanlah media elektronik dan media cetak dengan bijak.

5. Jangan Sungkan Untuk Bilang “ Tidak ”
Sudah bukan rahasia lagi kalau orang Indonesia terkenal akan kesantunannya. Tapi itu bukan alasan untuk mengatakan ‘’ tidak ’’ dalam permasalahan tertentu yang bisa menyita waktu kerja, kecuali untuk kebutuhan sangat darurat. Tentu Anda akan merasa bersalah awalnya, tapi ingatlah Anda juga punya kepentingan di sini, yaitu kepentingan pekerjaan. Jangan sampai hanya karena kesungkanan kepentingan pekerjaan jadi terbengkalai.

6. Menjadikan Hobi Sebagai Prioritas
Hobi memang kegiatan yang membuat kita merasa senang. Sering kali orang menyisihkan waktu dalam seminggunya untuk mengerjakan hobinya. Mengerjakan hobi memang sangat perlu, selain untuk menghibur diri setelah bekerja keras, hobi juga bisa meningkatkan mood serta mengurangi tingkat stres berlebihan. Tapi mengerjakan hobi terlalu berlebihan, sampai memangkas waktu kerja aktif juga dapat berdampak buruk. Mungkin saat kita mengerjakannya terasa menyenangkan, tapi setelah itu berbagai masalah mulai timbul untuk menagih waktu yang terpangkas tadi.

7. Terlalu Banyak Acara Juga Tidak Baik
Acara-acara seperti pertemuan keluarga, reuni sekolah maupun reuni universitas memang penting. Tapi kalau tidak terjadwal dengan baik bisa juga mengganggu pekerjaan. Jadi cobalah untuk mengatur prioritas acara, mulai dari yang terpenting sehingga harus didatangi, sampai acara yang sekiranya bisa untuk tidak dihadiri. Sertakan juga pekerjaan Anda di dalam prioritas tersebut sebagai penyeimbang.

Itulah tadi berbagai macam hal yang membuat waktu Anda terasa sia-sia, tentunya berkaitan dengan pekerjaan. Jadi dalam bekerja sebaiknya atur fokus semaksimal mungkin, dan mulai meninggalkan hal-hal yang sekiranya kurang penting. Untuk apa ? Jelas untuk kelanjutan pekerjaan dan bisnis Anda. Atur juga jadwal-jadwal Anda, mulai refreshing, mengerjakan hobi, dan juga menghadiri suatu acara, sehingga pekerjaan berjalan sesuai jalur jam kerja yang ditentukan.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  M. Fais

Peluang Bisnis Online yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

Gambar: fitsmallbusiness
Kali ini kita akan membahas tentang apa saja yang bisa dilakukan dengan gadget atau PC untuk menghasilkan uang dengan cara online. Prospek bisnis jenis ini pun tidak tanggung-tanggung. Bisa dibilang bisnis online adalah jenis bisnis paling mudah dengan prospek keuntungan sangat besar. Bayangkan saja, untuk sebagian bisnis online hanya membutuhkan gadget atau PC serta koneksi internet sudah bisa mendapatkan pundi-pundi uang. 

Menyimak kembali wawancara pada salah satu acara TV swasta, sosok youtuber kondang Indonesia Reza Arap Oktovian, menuturkan bahwa penghasilannya dari youtube setiap bulannya bisa mencapai ratusan juta. Dari manakah dia mendapatkan uang tersebut ? Dari kejeliannya membuat video menarik dengan segmen pasarnya adalah anak-anak muda. Yang membedakan bisnis online dengan bisnis umumnya yakni kalau biasanya kita bertemu dengan calon kostumer atau mitra bisnis kita secara langsung, di sini kita tidak harus melakukan hal itu. Kita bisa melakukan itu dengan aplikasi chat karena prinsipnya ini adalah bisnis Online.

Bisnis online bisa dikerjakan oleh siapa saja dan dimana saja, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, ataupun pekerja full time yang mempunyai kesibukan setiap harinya. Selain metode bisnis ini terbilang mudah, kebanyakan bisnis online tidak terbatas tempat maupun waktu dalam pengerjaannya. Tidak harus setiap waktu mengecek gadget untuk memanajemen bisnis kita, karena biasanya ada Web - web khusus yang memudahkan member-nya untuk memanajemen bisnis mereka secara otomatis. Bisnis online bisa dibilang sebagai bisnis yang paling fleksibel mengenai ongkos dalam pengerjaannya. Banyak dari bisnis online dapat dikerjakan dengan modal kecil, bahkan tanpa modal sama sekali. 

Lalu bisnis online apa sajakah yang bisa dikerjakan dengan modal kecil tersebut ?

1. Menjadi Dropshipper / Reseller
Pada prinsipnya menjadi dropshipper atau reseller online masih tetap menjual produk kepada konsumen. Bedanya ,  seorang reseller online tidak perlu untuk mempunyai produk sendiri, kita hanya memesan produk dari supplier apabila ada konsumen yang memesan. Sehingga bisnis jenis ini bisa dibilang tidak membutuhkan modal.  Kalau Kita memesan barang dari supplier pun tidak dengan modal sendiri, melainkan dari calon konsumen. Tugas dari supplier adalah menyediakan persediaan barang dan mengirimkannya kepada konsumen, sementara dropshipper tidak perlu repot memikirkan soal itu.  

Peluang bisnis online ini telah banyak sekali ditawarkan oleh situs - situs kepada kita supaya mau menjadi dropshipper dengan berbagai macam pilihan produk. Yang perlu digarisbawahi yaitu, pilihlah produk yang benar-benar Anda kuasai dan ketahui secara detail. Karena pada waktu tertentu akan tiba saatnya berkomunikasi dengan calon konsumen, guna menjelaskan tentang detailnya produk tersebut.

2. Youtuber 
Mungkin dari peluang bisnis online lainnya, menjadi youtuber bisa dibilang paling membutuhkan skill dan keterampilan. Bagaimana tidak, persaingan antar youtuber dengan berbagai konten di dalamnya bisa dibilang sangat ketat. Apabila ingin menjadi youtuber yang sukses, haruslah berani untuk mengeluarkan modal seperti membeli kamera dan berbagai perlengkapannya, berkolaborasi dengan Youtuber lain, atau membayar untuk mengiklankan video di berbagai media. Anda harus membuat konten video yang menarik agar orang mau melihat video Anda, syukur-syukur kalau menjadi subscriber. Peran subscriber di sini sangatlah penting, karena peluang mereka untuk menjadi viewer video lebih besar dari netter lain.

Penghasilan dari Youtube bisa dari Google Adsense, CPM ( Cost Per Mille ), atau bisa dari hasil jualan merchandise dengan menyisipkan video yang diupload. Google Adsense membayar apabila iklan yang tampil pada video ada yang membuka / melihat. Namun penghasilan dari Youtube tidak dari itu saja, youtube bersedia membayar kita perseribu tayangan, demikian biasa disebut dengan CPM ( Cost Per Mille ). Untuk CPM sendiri ukurannya berbeda - beda tergantung negara uploader videonya.

Bagi youtuber yang telah mempunyai viewer loyal, biasanya menyisipkan barang jualan mereka ke dalam video. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, selain mendapatkan uang dari hasil unggahan video, mereka juga bisa mendapatkan uang dari hasil jualan. 

3. Penerjemah Online
Gambar: marstranslation
Banyaknya kebutuhan terhadap penerjemah menjadi peluang bisnis bagi orang-orang yang mempunyai keterampilan bahasa. Kebanyakan translator yang dibutuhkan adalah translator bahasa Inggris. Sekarang  telah banyak dokumen-dokumen diterbitkan dalam bahasa Inggris, oleh sebab itu banyak permintaan untuk mentranslate dokumen atau artikel ke dalam bahasa Inggris melalui penerjemah. Namun untuk pekerjaan satu ini, skill bahasa harus benar-benar mumpuni karena akan membantu reputasi di mata klien. 

Salah satu cara untuk menjadi penerjemah online adalah bergabung dengan situs khusus yang mewadai bidang tersebut. Biasanya apabila ingin bergabung menjadi member aktifnya, kita harus melakukan pendaftaran kemudian menyertakan bukti keahlian kita dalam berbahasa. Apabila telah menjadi member, akan ada promosi otomatis dari situs itu sehingga nama kita bisa terlihat oleh calon klien yang ingin memakai jasa traslate. Biasanya akan ada tenggang waktu tertentu dalam mengerjakan penerjemahan apabila kita mengambil Job dari klien.

4. Freelance Writer ( Penulis Lepas )
Menjadi penulis lepas juga terbilang sebagai peluang bisnis cukup menjanjikan. Bagi orang yang hobi menulis, pekerjaan ini bisa juga dicoba. Menjadi penulis lepas untuk web, blog, majalah Online atau koran telah menjadi peluang bisnis tersendiri. Yang dibutuhkan hanyalah kemampuan dalam menulis semenarik mungkin, sehingga sanggup membuat pembaca tertarik dengan artikel kita. 

5. Blogger Profesional
Sudah menjadi rahasia umum kalau menjadi blogger profesional cukup menjanjikan. Bahkan penghasilan blogger profesional bisa melebihi gaji pekerja-pekerja seperti PNS, manajer perusahaan, atau bahkan seorang direktur sekalipun. Menjadi seorang blogger tidak membutuhkan skill khusus, namun hanya perlu belajar dan bekerja keras untuk membuat konten artikel yang menarik, serta mempelajari script-scrip HTML untuk membuat tampilan blog lebih menarik. 

Sumber penghasilan blog bisa berupa PPC ( Point Per Click ) dari google adsense, review produk, iklan berbayar, dan sebagainya. Jadilah seorang blogger profesional yang baik dengan cara membuat artikel original serta memakai topik menarik. Karena dengan cara demikian, pembaca dan blogger lain akan lebih menghargai Anda dari pada sekadar mencomot hasil karya orang lain lalu mem-post di blog Anda.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  M. Fais

Begini Cara yang Tepat Sebelum Memulai Usaha Sampingan

Gambar: mentormepro
Memiliki usaha sampingan biasanya menjadi sebuah keharusan bagi banyak orang. Karena tidak sedikit yang menganggap bahwa itu semua cukup membantu dalam menunjang pekerjaan / bisnis utama mereka. Bisnis sampingan yang dimaksud adalah bentuk usaha tidak terlalu banyak menyita waktu, tapi masih menghasilkan keuntungan. Sekarang telah banyak sekali pilihan mengenai usaha sampingan yang dapat dikelola saat kita menjalankan pekerjaan utama, sehingga pengerjaannya pun lebih fleksibel. Bahkan bisa jadi usaha itu mampu sebagai hiburan yang dapat disesuaikan dengan hobi kita, agar tidak jenuh setelah menyelesaikan pekerjaan.

Di Amerika, sebanyak 12 % orang melakukan pekerjaannya secara full time, karena memiliki pekerjaan freelance ( pekerjaan lepas ) sebagai sampingan. Sementara di Inggris jumlah pekerja freelance diperkirakan sudah mencapai 1,88 juta jiwa, di Uni Eropa sendiri pekerja freelance meningkat 45 % dari tahun 2004 sampai dengan 2013. Semua jumlah tersebut telah membuktikan bahwa semakin banyak pekerja berantusias ingin mendapatkan penghasilan, selain penghasilan dari pekerjaan utama mereka.

Namun dalam memilih usaha sampingan ternyata juga harus mengetahui akan beberapa hal yang perlu diketahui. Maka perhatikanlah cara memilih usaha sampingan yang benar, agar tidak sampai salah dan membuat penghasilan utama Anda tetap aman.

1. Jenis Usaha Apa yang Ingin Anda Geluti ?
Bagi orang yang bekerja sebagai karyawan, mungkin penghasilan pokok setiap bulan dari pekerjaan itu hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan bulanan. Di saat menginginkan sesuatu misalnya, tentunya harus benar-benar mengirit kemudian mengurangi jatah pengeluaran bulanan. Maka di sinilah usaha sampingan berada di garis paling depan / berperan menjadi solusi permasalahan itu. 

Dalam memulai usaha sampingan, haruslah memikirkan usaha apa yang akan dijalankan. Caranya mudah, tinggal tentukan usaha apa yang disukai dan lakukanlah. Pilihlah usaha sekiranya Anda mempunyai keterampilan di bidang itu. Dan Ingatlah bahwa “ Ini hanya Usaha Sampingan  ”, jadi jangan sampai usaha tersebut mengganggu pekerjaan utama meski dari sisi penghasilan jauh lebih besar. 

2. Selaraskan dengan Hobi dan Passion
Orang bilang “ Jenis pekerjaan paling menyenangkan yaitu hobi yang dibayar ”. Memang ungkapan tersebut 100 persen benar dan telah banyak buktinya. Bayangkan saja selain bisa mengerjakan hobi kesukaan, Anda mampu mendapatkan pundi-pundi uang. Lalu apa bedanya Hobi dan Passion ? Hobi adalah kegiatan yang apabila dilakukan, Anda akan merasa senang. Sedangkan Passion lebih mengarah kepada jati diri atau jalan yang diinginkan. Anda sangat suka bermain futsal, maka itulah yang disebut hobi. Bedakan dengan Anda lebih menyukai jualan bahan bangunan dari pada membuat warung makan. Maka bentuk semacam inilah yang disebut Passion. Misal saya mempunyai hobi futsal, namun masih terikat pekerjaan, selanjutnya saya berniat menjadikan futsal sebagai ladang uang yang bisa menunjang pekerjaan utama. Dari hobi itu, saya bisa mengembangkannya menjadi usaha-usaha kecil seperti jualan kostum futsal, bola, peralatan futsal maupun usaha yang membutuhkan modal besar seperti membuat lapangan futsal.

3. Apa Tren yang Sedang Berkembang ?
Mempelajari tren yang sedang berkembang, mutlak harus dilakukan oleh pelaku bisnis manapun. Walaupun tren penjualan suatu produk terkadang hanya bertahan beberapa waktu, tapi demikian juga patut dicoba untuk memaksimalkan keuntungan. Masyarakat cenderung mengonsumsi barang-barang yang menjadi tren pada suatu waktu, “ tidak mengonsumsi barang tren sudah berarti ketinggalan zaman ”. Istilah “ Up to date ” merupakan pilihan wajib bagi pelaku bisnis kreatif. 

Harga barang tren pada waktu tertentu cenderung lebih mahal karena konsumen yang mencarinya juga lebih banyak. Hal ini tentu menjadi peluang bisnis tersendiri bagi yang ingin membuka usaha sampingan. Pada awal tahun 2016, ada wabah tren yang menjangkit masyarakat Indonesia yaitu fenomena batu akik. Pada saat itu batu akik benar-benar berada pada tingkat konsumsi sangat tinggi dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Apabila cerdas memanfaatkan peluang pada saat itu, tanpa harus menyita waktu terlalu banyak Anda bisa berjualan batu akik. Caranya adalah dengan berjualan batu akik sistem Online, atau bisa dengan sistem pre-order. Pastinya keuntungan finansial akan mengalir deras ke dompet apabila tahu betul strategi pemasaran yang baik, meski itu hanya memanfaatkan tren sesaat.
Gambar: lobsterdigitalmarketing
4. Apa Strategi Pemasaran yang Anda Gunakan ?
Memilih usaha sampingan disaat kita mempunyai pekerjaan primer yang cukup menyita waktu memang terasa sangat berat. Bagaimana kita harus membagi waktu dan pikiran untuk dua hal yang sedang ditekuni ? Bagaimana apabila satu dari pekerjaan tersebut tidak jalan ? Dan bagaimana apabila kedua pekerjaan yang digeluti terganggu?. Buatlah diri senyaman mungkin dalam mengerjakannya. 

Sudah tentu segala bentuk pekerjaan akan menyita waktu. Lalu bagaimana cara mengatur waktu agar selama 24 jam dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan utama, bisnis sampingan, dan kegiatan rutinitas sehari – hari ? Tentunya strategi pemasaran untuk usaha sampingan harus sesuai dengan keterbatasan waktu. Buatlah rancangan strategi STP ( Segmenting, Targetting, Positioning ) sederhana, sehingga Anda tahu apa tujuan memasarkan produk dan mau dibawa kemana bisnis sampingan itu. Akankah hanya berupa bisnis sampingan sederhana dengan hasil yang sederhana pula, ataukah akan dibesarkan menjadi bisnis pokok dengan hasil yang lumayan besar.

5. Modal
Kembali di sini modal merupakan faktor penting untuk memulai suatu usaha, karena tidak ada usaha tanpa modal. Oleh karenanya, menyesuaikan kemampuan modal menjadi cara paling utama sebelum memilih usaha sampingan tersebut. Tentunya bisnis dengan modal besar berpotensi memiliki keuntungan besar pula, meski juga akan banyak sekali risikonya. Sehingga bagi yang tidak ingin bisnis sampingan dengan risiko yang besar, maka mulailah dengan bermodal minim. Sekarang ini telah banyak sekali bisnis yang cocok dijadikan sampingan dengan modal kecil, seperti usaha jualan pulsa, membuka gerai makanan / minuman, bisnis online, dan lainnya. Apabila menginginkan penghasilan lebih besar, maka bisa mencoba membeli gerai Retail, menjadi Supplier, atau membuat bisnis  dengan sistem otomatis.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  M. Fais