Hindari 9 Pemikiran yang Justru Dapat Menggagalkan Usaha Anda

image: startupnation.com
Menjadi pengusaha sukses merupakan dambaan bagi setiap orang. Merangkak dari modal minim sebagai langkah awal dalam memulainya, mencoba menerapkan skill untuk menunjang kemajuan usaha, mengatasi masalah secara profesional, dan memberanikan diri untuk menerjang risiko besar demi mengembangkan usaha agar bisa maju lebih pesat. 

Itulah beberapa lalu lintas pengusaha dalam mengiprahkan peranannya sebagai seorang pembisnis saat mengolah dari  setiap usaha yang dirintis, Baik di awal, pertengahan, maupun pada titik klimaks usaha tersebut berkembang. Dalam menggeluti dunia usaha, pasti tidak menutup kemungkinan seseorang dihujat oleh berbagai pemikiran. Mulai dari pola pikir mendukung, motivasi penyemangat, hingga sampai pemikiran yang justru malah melemahkan/menggagalkan usaha itu untuk berkembang. 

Sehingga kadang ungkapan “ Siapa Takut, Dia Akan Tenggelam ” mungkin sudah mengalir dalam jati diri seorang pembisnis. Kerap kali pikiran-pikiran negatif muncul dan terlintas pada saat-saat usaha itu sedang berjalan. Entah dikarenakan oleh problematika yang ada sebagai hambatan bagi mereka, maupun beban serta tanggungan berat yang mungkin jadi benalu serius bagi kemajuan usaha tersebut.

Namun secara garis besar dapat dijelaskan, bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan setiap usaha, hendaknya setiap pelaku bisnis haruslah kuat dalam menghadapi  tantangan yang ada. Apalagi menghadapi pemikiran-pemikiran buruk, kerap sekali menjadi momok ketika seseorang menjalankan bisnisnya.

Ada sembilan pemikiran buruk yang kerap terlintas dalam benak pikiran pembisnis, Maka sudah seharusnya dapat dicegah. Sehingga bagi Anda yang sedang menjalankan usaha tidak sampai dibuat “ Down ” oleh pemikiran - pemikiran berikut :

1. “ Kompetisi Ini lebih Berat Dari yang Dibayangkan, Mungkin Tidak Ada yang Mengambil Jasa atau Produk Saya ”
Apa benar begitu…?, Pasalnya besarnya kompetisi biasanya lebih erat dengan banyaknya jumlah konsumen atau klien yang membutuhkan jenis produk tersebut. Tentu anda mengetahui bahwa semakin banyak customer berkeinginan membeli maupun memiliki produk tertentu, Maka semakin besar pula jumlah pesaing atau perusahaan yang menyuguhkan jenis produk yang sama. 

Akhirnya, hal itu membuat tingkat kompetisi eksternal maupun internal menjadi tinggi atau terasa lebih berat. Mungkin terbesit dalam pikiran untuk mengundurkan diri dalam mengikuti kompetisi ini bukan…?. Itulah pola pikir yang kurang dibenarkan bagi setiap orang pembisnis. Karena seharusnya Anda merasa lebih tertantang untuk mengikuti kompetisi tersebut. 

Mungkinkah Anda bisa memenangkan kompetisi yang ada, Meski terasa berat….?

Jika sebuah produk maupun jasa sudah dirancang dan dijalankan, mungkinkah untuk ditarik kembali hanya dikarenakan oleh perasaan takut menghadapi kompetisi tersebut, semisal : Takut barang tidak laku di pasaran, merasa kualitas produk lebih rendah, dan sebagainya.

Sehingga semua itu membuat diri tidak memiliki keberanian dalam menjalankan bisnis. Ini tidak dibenarkan, karena pemikiran-pemikiran tersebut hanya akan meracuni mental dalam berbisnis.

Sebaiknya ambillah langkah tepat dengan terus mengikuti kompetisi, terus belajar meningkatkan kualitas produk, dan yakinkan diri anda dalam menjalaninya dengan penuh ketekatan. Karena kebutuhan akan tekad kuat dalam menghadapinya memang sangat diperlukan.  

2. “ Aku Bukanlah Tipe Orang yang Berhasil ”
Apakah hal demikian masuk akal bila belum mencoba sudah bilang “ Aku tergolong tipe orang tidak memiliki keberhasilan “…?, Itu juga tidak dibenarkan. Karena setiap keberhasilan bisa diraih sesuai dengan seberapa besar tekad dan perjuangan yang anda miliki saat ini.

Maka hapuslah pemikiran negatif tersebut, Karena pemikiran semacam ini hanya akan menghambat mentalitas diri saat  menjalankan bisnis atau usaha. Kemudian teruslah mencari solusi pada tiap-tiap pemasalahan, sehingga bisa menemukan titik terang sebagai jalan menuju kesuksesan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa ketika produk atau jasa itu dibuat mengalami masalah berat, sehingga  tidak memungkinkan berkembang dikarenakan persentase pesaing jauh lebih unggul di depan mata. Bahkan, dengan adanya serangan produk dari pesaing bisnis secara bertubi-tubi itu, tiba-tiba menjadikan diri merasa tidak memiliki keberhasilan.

Namun janganlah khawatir, karena pada setiap hambatan yang berat, di situ pula telah disediakan penawarnya. Boleh-boleh saja mengakui bahwa produk atau jasa dari kompetitor lebih bagus, namun janganlah sampai putus asa untuk terus mengevaluasi kembali kualitas produk. Sehingga mampu menyuguhkan produk menjadi lebih berkualitas dan diminati konsumen.

3. “ Pengalaman dan Pengetahuan Saya Sedikit, Jadi Mana Mungkin Saya Bisa Sukses..? ”
Pemikiran semacam ini bisa saja menggagalkan upaya bisnis dalam mencapai keberhasilan.  Umpamanya anda berkeinginan untuk menjalankan bisnis dan jasa tertentu misalnya, namun dikarenakan pengetahuan serta pengalaman sedikit akan hal itu, menjadikan diri enggan untuk memenuhi keinginan tersebut. Akhirnya rasa takut akan terus menghantui pikiran, sehingga ide-ide cemerlang tidak dapat teraplikasikan.

Jadi, bagaimana bisa mencapai keberhasilan jika pikiran itu terus menyelimuti…?

Tentu pengalaman beserta pengetahuan memang menjadi peranan penting untuk mencapai keberhasilan, terlebih dalam menjalankan bisnis. Namun di situ juga ada yang lebih menentukan lagi, yakni tingkat keuletan yang tinggi. 

Sehingga tak perlu khawatir jika anda ingin berhasil dalam berbisnis, meski sementara hanya memiliki pengalaman atau pengetahuan minim. Apa salahnya mencoba sambil pelan-pelan kita mempelajari bisnis tersebut secara lebih mendalam. 

4. “ Bisnis Tersebut Terlalu Keras Untuk Dijalani ”
Bisa saja kegagalan pengusaha ini dipicu oleh kurangnya rasa optimis dan kesadaran diri akan usaha yang mereka rintis. Sebenarnya banyak sekali ide bagus telah tertuang dalam benak pikiran, namun karena adanya sifat selalu kurang percaya diri, akhirnya membuat seseorang berpikir “ Jenis Produk itu sangat susah dipasarkan “. Dikarenakan adanya statement inilah kerap kali menjadikan orang merasa takut berinovasi dalam menjalankan usaha.

Dengan tanpa adanya inovasi berkembang, akhirnya membuat seseorang kalah dalam persaingan, kemudian berakhir dengan kegagalan. Maukah anda mengalami hal semacam ini…? Tentu semua orang tidak mau mengalaminya.

Jadi hindarilah pemikiran negatif tersebut, Dan gantikanlah dengan wadah pemikiran positif serta penuh keyakinan, bahwa suatu saat Anda akan mampu mencapai titik puncak keberhasilan.
image: clkcpa.com

5. “ Terlalu Banyak yang Harus dikerjakan, Saya Tidak Mungkin Menyelesaikannya Semua ”
Setiap bisnis pasti dibarengi dengan langkah-langkah tepat untuk menjalankannya bukan…?. Dimana pada setiap langkah memiliki tingkat kesulitan usaha secara bervarian. Bayangkan saja, jika Anda sudah merasa kewalahan dalam mengerjakan semua itu, maka apakah hal itu tidak menjadikan diri merasa “ Down ”..?

Tumbuhkan rasa semangat dan jangan sampai putus di tengah jalan. Setiap menjalani langkah  usaha sudahlah wajar bila dibarengi dengan ketidaksempurnaan dan penuh kekurangan. Namun jangan sampai berhenti dari situ saja.

Perbaikilah selagi masih bisa diperbaiki, sehingga dapat mencapai tingkat kesempurnaan dalam menetapkan langkah sesuai keinginan yang diharapkan. Misalnya : Jika Anda masih kekurangan modal, maka carilah investor atau pihak lain untuk bekerjasama. Jika kekurangan pegawai profesional, Maka coba tanyakan kepada partner bisnis atau dapat mencarinya melalui berbagai informasi media.

6. “ Apa yang Dikatakan Teman-teman Saya Nantinya Jika Saya Menjalankan Bisnis Ini..? ”
Takut dibilang “ Usaha-mu merupakan jenis bisnis yang rentan sekali berakhir dengan kegagalan ”. Padahal Anda sudah yakin bahwa usaha itu merupakan jenis bisnis berpeluang memberikan penghasilan besar, meski risiko juga besar pula. 

Maka Bagaimanakah Langkah Untuk Menanggapi Anggapan Semacam Ini…?

Sebelumnya Anda bisa bertanya pada diri sendiri “ Sebenarnya yang ingin berhasil dalam menjalankan usaha itu Anda sendiri atau orang lain..?” Tentunya sudah tahu jawabannya.

Selama usaha itu memiliki dampak positif dan tidak memiliki dampak buruk bagi konsumen atau orang lain, Maka sah-sah saja menjalankannya bukan…?. Jika ada pihak memberikan statemen, baik dari orang lain atau teman mengenai usaha itu, maka tanggapilah secara bijak.
Tetaplah Anda menjadi orang yang selalu menerima kritikan serta ide-ide baru, namun jangan sampai termakan oleh hal tersebut, hingga sampai kehilangan rasa percaya diri dalam menjalankan bisnis.

7. “ Tingkat Keberhasilan Ini Bisa Tercapai Ketika Saya Sudah Tua, Maka Terlambat Sudah... ”
Khawatir tidak bisa menjadi pengusaha sukses di usia muda..?, Hal demikian juga merupakan pemikiran yang justru malah menggagalkan usaha anda saat ini. Seorang pengusaha haruslah memiliki langkah-langkah cerdas untuk menyetir pribadinya agar tidak sampai “ Down ” hanya gara-gara kesuksesan tidak kunjung berada di depan mata.

Kesabaran juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Namun hal demikian juga harus diimbangi dengan usaha yang gigih. Oleh karena itu, Jangan mudah berputus asa jika usaha itu belum lekas pada titik kesuksesan.

Setidaknya Anda harus memiliki pengendalian diri yang kuat, agar tidak sampai terkecoh dengan cara instan yang malah menjadikan usaha itu mengalami kemunduran. Ketekunan merupakan satu hal untuk diterapkan, selalu menghargai hasil jerih payah sendiri, meski itu kecil nilainya. Serta selalu berinovasi meningkatkan perkembangan bisnis, sehingga semuanya itu akan mampu mempercepat keberhasilan.

8. “ Aku Tidak Cukup Baik Dalam Menangani Persoalan ini ”
Dalam dunia bisnis pasti tidak lepas dari persoalan, baik internal maupun eksternal. Sebagai pengusaha, di situ akan dituntut untuk menuntaskan segala permasalahan yang ada. Sehingga jika semua persoalan dapat dituntaskan, maka perjalanan bisnis bisa berjalan normal dan sesuai dengan harapan.

Namun munculnya rasa kurang yakin dan percaya diri saat menghadapinya, juga tak menutup kemungkinan untuk menggagalkan jalan penyelesaian masalah. Oleh karena itu, janganlah merasa tidak mampu untuk menyelesaikannya secara sempurna, namun tetaplah berusaha yang terbaik untuk menanggulangi persoalannya.

9. “ Saya Tidak Pernah Menuju ke Titik Keberhasilan ”
Anggapan semacam ini juga sangat berpengaruh buruk pada titik sukses saat menjalankan usaha. Entah dengan sebab apa saja hingga sampai Anda berpikir “ Saya Tidak Akan Pernah Sukses ”. Maka ketika di tengah jalan kemudian berpikir demikian, berarti Anda termasuk orang putus asa. Jika Anda berpikir demikian sejak awal jalannya usaha, berarti termasuk orang yang tidak memiliki tekad kuat atau malas untuk berusaha.

Ingatlah bahwa, “ Jangan melebih-lebihkan kompetisi dan meremehkan diri sendiri. Dan yakinlah bahwa Anda lebih baik dari apa yang Anda pikirkan sekarang ”. Teruslah mencoba untuk berusaha disertai tekad, pantang menyerah saat menghadapi masalah, serta berusaha mencari solusi terbaik. Selain itu, selalu Apresiasi diri dengan hal-hal yang membuat tingkat kepercayaan diri meningkat, Sehingga Anda tetap bersemangat dalam menjalani usaha di segala situasi dan kondisi.