Perhatikan Langkah Penting Ini Sebelum Memulai Bisnis

Gambar: timesofmalta
Keinginan untuk memiliki bisnis yang beromset besar menjadi hal yang didambakan sebagian besar orang. Namun sebagian orang tidak mengerti hal apa yang harus mereka lakukan untuk membentuk bisnis yang bagus. Sebagian yang lain mempunyai konsep sangat bagus dan komprehensif untuk memulai bisnis yang berkelanjutan, namun tidak tahu cara untuk merealisasikannya. Dan sebagian pula nekat untuk memulai bisnis tanpa ada persiapan dan terkesan asal-asalan, pada akhirnya membuat bisnis mereka tidak bertahan lama. Walaupun ada pembisnis sukses dengan modal nekat tanpa konsep yang baik, namun itu pun jumlahnya sangat sedikit. Bisa jadi mereka membutuhkan waktu sangat lama untuk membangun bisnis mereka menjadi bisnis yang baik. 

Dalam membangun sebuah bisnis yang bagus ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Anda harus mengenali seperti apa bisnis yang akan dibuat. Catat semua kekurangan dan kelebihan dari bisnis Anda, kemudian evaluasi kekurangan-kekurangannya. Evaluasi dan monitorlah bisnis secara berkala, karena tidak mungkin akan terjadi pergeseran tren yang bisa membuat produk dari bisnis Anda kurang relevan lagi untuk dilepas di pasaran. 

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis adalah :

1. Produk
Kenapa produk? Jelas sebuah bisnis harus mempunyai produk, baik itu dalam bentuk barang atau jasa. Kenali produk yang Anda produksi, hal itu akan membantu membuat produk yang unggul dan dapat bersaing di pasaran. Kenali juga produk-produk pesaing yang terlebih dahulu beredar di pasaran, serta siapa yang menguasai pasar di daerah yang akan dijadikan target pasar. Apa kelebihan dan kekurangan dari produk mereka, dan buatlah produk unik / berbeda dari produk pesaing. Bisa juga memanfaatkan kekurangan dari produk pesaing dan perbaikilah, sehingga konsumen yang tidak suka akan adanya kekurangan bisa beralih ke produk Anda. 

Jenis produk seperti apa yang akan diproduksi? Setiap jenis produk akan selalu berbeda cara penanganan, penyimpanan, dan maintenance-nya. Sebagai gambaran, produk pertanian akan berbeda cara penyimpanan dengan produk bangunan. Produk yang berasal dari pertanian memiliki umur simpan tidak terlalu lama serta harus segera dipasarkan. Bisa jadi suhu atau tekanan ruangan penyimpanan berpengaruh terhadap produk. Karena suhu atau tekanan yang tidak tepat dapat mempercepat produk pertanian mengalami kerusakan. Sementara untuk produk bangunan, suhu atau tekanan ruangan penyimpanan relatif tidak mempengaruhi dari umur simpannya.

2. Modal
Walaupun ada bisnis yang bisa berjalan tanpa modal, namun secara umum modal dalam sebuah bisnis memang mutlak harus ada. Besaran modal menentukan seberapa besar dan kompleks bisnis yang akan didirikan. Untuk memulai bisnis, modal dibutuhkan untuk mendirikan bangunan, membeli atau menyewa tempat, membayar gaji pekerja, kebutuhan listrik, air, maupun membeli mesin dan peralatan produksi. Sumber modal terdapat berbagai macam, seperti modal dari pinjaman, investasi, atau modal sendiri. Mengetahui seberapa besar modal yang harus dikeluarkan akan lebih baik, agar terhindar dari pengeluaran terlalu besar. Untuk itu harus mencatat detail apa saja yang benar-benar dibutuhkan sekiranya mengeluarkan modal lebih. 
Gambar: entrepreneur
3. Bahan Baku
Bagi bisnis yang membutuhkan proses produksi untuk menghasilkan produk, bahan baku adalah mutlak untuk diperhatikan. Baik bahan baku utama atau bahan baku tambahan harus tersedia dengan baik. Perlu dipersiapkan pula untuk penanganan bahan baku agar jangan sampai rusak sebelum sampai kepada proses produksi. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi seberapa sesuai kapasitas produksi, apakah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Sebaiknya bangunlah ruangan khusus penyimpanan ( Storage ) bahan baku, sehingga dapat memudahkan memanajemen perpindahan bahan dari storage ke ruang produksi. Pertimbangan utamanya adalah memilih bahan baku dengan harga seminimal mungkin, dengan kualitas sebaik mungkin, serta kontinuitas bahan yang baik.

Harga bahan baku yang tidak terlalu mahal dapat membantu Anda untuk lebih menghemat anggaran pengadaan, sehingga modal yang ada dapat dialokasikan untuk hal lain seperti promosi atau pembelian mesin. Bahan pengganti atau substitusi juga harus diperhitungkan agar suatu saat bahan baku utama mengalami kelangkaan di pasaran atau mengalami kenaikan harga yang signifikan Anda bisa menggunakan bahan substitusi tersebut. Untuk mendapatkan produk hasil yang baik, maka kualitas bahan baku harus baik pula. Indikator kualitas dapat dilihat dari penampakan luar ( penampakan sensoris untuk produk hasil pertanian ), umur simpan, daya tahan, ataupun bahan penyusunnya. Kualitas bahan baku juga berguna untuk menentukan harga produk akhir nantinya. 

Satu hal lagi yang harus diperhitungkan adalah kontinuitas bahan baku. Saat memilih bahan baku, sebaiknya bahan baku tersebut memiliki kontinuitas yang baik di pasaran, sehingga tidak sampai mengganggu jalannya proses produksi. Sebagai catatan untuk bahan pertanian, mungkin kontinuitasnya tergantung dari musim panen bahan tersebut. Namun untuk sebagian industri  makanan menyiasati habisnya stok bahan baku dengan mengganti bahan baku utama dengan bahan substitusi, dan menghasilkan produk lain namun masih sejenis dengan produk utama. 

4. Strategi Pemasaran
Dalam dunia bisnis kita mengenal strategi STP ( Segmenting, Targetting, dan Positioning ). Segmenting berkaitan erat dengan segmen pasar yang dituju. Anda bisa membagi segmen pasar menjadi beberapa kategori, seperti segmen pasar berdasarkan umur, letak geografis, penghasilan, atau gaya hidup konsumen. Setelah proses segmenting selesai, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah membidik segmen tersebut ( targetting ). Misalkan menggunakan kategori segmen pasar umur dengan target umur anak-anak, maka hanya perlu memfokuskan produk sesuai dengan target pasar tersebut. Hal ini akan membantu suatu bisnis dalam mendapatkan customer base ( basis konsumen ) yang membuat konsumen melakukan repeat order ( pembelian kembali ).

Apabila target pasar yang dituju sudah jelas, maka selanjutnya hanya perlu menyampaikan produk kepada konsumen. Yaitu apa yang membedakan produk Anda dengan produk sejenis dari produsen lain, apa kelebihan produk anda, serta manfaat apa yang bisa diperoleh oleh konsumen dari membeli produk Anda.

5. Supplier dan Jalur Distribusi
Dari mana produsen bisa mendapatkan bahan baku? Tentu dari suppier. Supplier adalah pihak yang selalu berhubungan dengan produsen dalam hal pengadaan bahan baku. Pilihlah supplier yang baik dan berkompeten. Pilih supplier yang menghasilkan bahan baku dengan kualitas sesuai dengan keinginan / kebutuhan produksi. Kalau bisa pilih supplier dengan kontinuitas bahan baku yang terjaga. Bisa juga memakai suppier lebih dari satu, dengan tujuan untuk berjaga-jaga apabila kualitas bahan baku di supplier utama mengalami penurunan atau Anda membutuhkan bahan baku dengan jumlah sangat besar / tidak bisa dipenuhi oleh supplier utama. Pertimbangan dalam memilih supplier adalah jarak supplier dari lokasi produksi, harga bahan baku, dan kualitas bahan baku yang dihasilkan.

Untuk menyampaikan produk ke konsumen biasanya digunakan distributor. Distributor di sini bermacam-macam bentuknya tergantung dari kerumitan jalur distribusi. Ada distributor besar ( grosir ), yaitu pihak yang membeli atau mendistribusikan produk dalam jumlah yang besar, distributor kecil ( retailer ) atau distributor yang membeli produk dari distributor besar dalam jumlah relatif sedikit, selanjutnya mendistribusikannya pada konsumen. Ada juga jenis distributor yang mempertemukan antara penjual dan pembeli secara langsung, namun tidak bertanggung jawab terhadap kondisi barang, atau biasa disebut Distributor Perantara. 
Ditulis Oleh: Arbamedia  /  M. Fais
Artikel Terkait